Selamat Datang Saudaraku

selamat datang saudaraku.

“setelah membebaskan diri dari macammacam nama maka sampailah pada hanya Esa Tuhannya”, ("selanjutnya perlukah yang Esa itu di bebaskan lagi ?" sebuah pertanyaan yang tidak harus di jawab).

Urun Rembug : adalah sebuah kata yang berarti ikut memberi masukan atau sumbang saran. Blog ini di namakan seperti itu karena ditujukan untuk sekedar ikut sumbang saran bagi kehidupan berTuhan yang Esa, berbangsa dan bernegara, dalam rangka memayu hayuning bawana.
Silahkan membaca mengambil atau mengcopy blog ini bebas di ambil tanpa royalti, saya hanya minta tolong cantumkan inisial/link dari blog ini.
Silahkan. !

Rabu, 25 April 2012

aku merelakanmu pergi


aku meralakanmu pergi, aku hanya berpesan seperti yang dulu itu janganlah pernah kamu lakukan, karena sejujurnya aku katakan pernah ada ketidak adilan yang aku rasakan,...

aku meralakanmu pergi, aku hanya punya satu pesan janganlah yang seperti dulu itu kamu lakukan, karena sejujurnya kukatakan aku tak bisa membencimu hanya karena sebuah alasan,...

aku merelakanmu pergi karena hadirmu telah membuatku tersadar bahwa dia dimasa laluku itu bisa digantikan,..

aku merelakanmu pergi dan sangat siap untuk mengucap terimakasih dan memaafkan serta mendoakan,...

c' es

Rabu, 29 Februari 2012

hujan dan angin


saat itu,
tatkala kulihat ketegaranmu yang memulih, ada harap yang tumbuh dengan cepat

tetapi,
mengapa keraguanmu yang menyergap belakangan,  dan semestinya ucap sapa hangat pada matahari pagi  bukan  ungkap hati yang tertutup rapat dan beku,

entahlah,
kalau  memang begitu adanya
mencoba memahami, memaklumi karena memang seperti itulah adanya
tetap semangat seoptimis matahari yang setiap hari menuruti garis edarnya tak peduli mendung atau cerah awan yang akan menyambutnya.

kemana pula ceritacerita ini diperdengarkan, biarlah aku nikmati saja sampai kapan angin dan hujan bisa bersama menyiram tanaman tumbuhkan benih di hari depan.


c 'es

hati merah jambu





maaf jika harihari ini belum bisa kutulis puisi, biarkan puing berserak ini terpatri kembali,

untuk engkau yang diseberang sana bisakah aku berharap ?
kerelaan dirimu menyiapkan parapian agar timah itu mencair dan merekatkan puingpuing hatiku dan hatimu yang berserak, biar utuh dan tidak gamang dalam melangkah

untuk engkau yang diseberang sana bisakah aku berharap ?
keralaan dirimu kipasi api agar perapian itu menyala dan menyala lagi
menghangatkan hati kita yang sedang beku dan kelu biar merekah dan berwarna merah jambu
 
ya, betul
hati  kita  yang  berwarna merah jambu


c ‘es

Sabtu, 11 Februari 2012

aku ada untukmu


saat kuunggah lagulagu cinta
saat kukasih koment dan like di statusmu
saat ku tuliskan aksaraaksara tentang rindu,
sebenarnya aku hanya ingin berkata aku ada untukmu

saat kutulis selamat jalan untukmu
saat kutulis selamat tidur  untukmu
saat aku kirimkan smssms selamat berlibur
sebenarnya aku hanya menunjukkan bahwa aku ada untukmu

saat aku saja sering menyapamu
saat aku bertanya kabar hariharimu,  
saat aku datang berkunjung kerumahmu
sebenarnya aku hanya ingin kau tahu aku ada untukmu


c 'es

Kamis, 09 Februari 2012

tanpa judul (tanpa penjelasan)

“setelah membebaskan diri dari macammacam nama maka sampailah pada hanya Esa Tuhannya”, ("selanjutnya perlukah yang Esa itu di bebaskan lagi ?" sebuah pertanyaan yang tidak harus di jawab).

"selanjutnya sampailah pada apapun kerjanya yang penting bersungguh sungguh mensejahterakan “kasunyatan” agar "urip" nyaman di dalamnya.

banyak petunjuk teknis tentang laku jasmani maupun jiwani yang telah di sebarkan serta diajarkan oleh orangorang suci tentang itu mulai yang dinamai agama ataupun yang berlabel spiritual ataupun juga yang tanpa nama, sesungguhnya ajaranajaran itu adalah jalan yang telah di tempuh oleh merekamereka yang tersucikan,......

kalau perlu silahkan saja contoh dan lakukan apa yang ada dalam petunjukpetunjuk teknis itu, bila merasa perlu silahkan juga bereksperimen  yang penting sudah siap dengan segala konsekwensinya, pesan terpentingnya adalah jagalah “urip” itu sendiri.
salam !

c' es
catatan :
1. ini adalah perjalanan menempuh jalan panjang bagi seseorang yang "penasaran".
2. sejujurnya tidak ada keinginan untuk menyebarkannya karena ini hanya untuk diri sendiri, seandainya saya tulispun dan saya cantumkan kedalam dalam blog saya dan tidak saya sertai dengan penjelasan, ada makna tersembunyi dan hanya mereka yang tercerahkan yang akan mampu mamaknai (ilmu iku tinemune kanthi laku).

Selasa, 27 Desember 2011

janji tanpa sunyata

sang surya wus manglung mengulon,
alonalon ninggal padhang, alonalon ninggal awan

pucuking redi wus prajanji
munggel dino kanggo sang candra, ganti swasana
weweh kampret lan kewan bengi ngupadi boga

wes suwe dak antu tekamu kangmas,..
mulai mbiyen pijer janji tanpa kasunyatan
dudu menungso prewiro lamun janji tanpa nyata

kawit jaman jaran dhigar
sampek saiki jaman montor scopy pating glalar
sing ono amung janjimu kang tansah nyebar manis

janji iku amung janji lamis

iki lorone ati wes ora ono tombo kangmas
penjenengan iku pancen manungsa duroko
watak candala, sifat duratmaka


c'es
catatan : ini tentang jerit hati seorang wanita, ketika yang ada hanya janji-janji saja

tak bisa pindah ke lain hati


bayangmu slalu berkelebatan di pelupuk mataku
saat ku diam dalam beku aku yang selalu merinduimu

kasih
biarkan cinta menyentuhmu,
biarkan perhatianku mengelusmu,
biarkan semua cahaya menyinarimu,
biarkan rasaku menghentak kalbu,
biarkan

dan diamkan rasaku mencumbumu,

menyentuh dengan lembut dengan segala rasa
mengelus dengan mesra

tatkala semuanya telah kau rasai
teruskanlah cahaya teraduk itu membening
agar bening pula yang selalu bersamamu



c' es

keterangan :
bening = jernih,...
dalam hal ini saya maknai beningnya kalbu yang tidak dikotori oleh kotoran dunia sehingga kalbu seorang insan bisa "meneruskan cahaya" dari "Yang Maha Kuasa" dalam bentuk memayu hayuning bawana
,..karena insyallah cinta yang saya tawarkan adalah cinta suci,..semoga

live is beautiful

menikmati indahnya jalan kehidupan adalah seindah saat pagi sambil minum kopi
setiap pagi matahari masih memberikan secara cuma cuma keindahannya agar bisa di nikmati dan termanfaatkan.

aku bukanlah seseorang dengan banyak harta
aku hanyalah seseorang yang punya yang punya niat baik, usaha dan doa,
yang pasti akan saya ujudkan keluarga yang penuh kasih dan cinta

salahkah aku bila mengatakan
bahwa cintaku itu adalah cinta suci yang telah lepas dari rasa benci
dan rindukupun adalah rindu sepenuh hati yang telah terlepas dari belenggu yang bernama iri dan dengki




c' es

Sebuah Kisah

Harus ku bilang aku terkejut sekali saat kamu massage tanggal 16 oktober 2011 “alhamdulillah keinginan pulangku dapat dimengerti mereka semua, bahkan anaknya bosku menanggung semua biayanya, jadi kemungkinan akhir bulan ini”. Memang sebelumnya aku berharap sekali kamu pulang secepatnya tapi tak kuduga secepat itu, saat itu aku berpikir 2 minggu kedepan kita bisa bertemu, bertatap muka, sesutau yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan terjadi secepat ini, sungguh sangat mengejutkan.

Aduh semula aku berfikir masih ada waktu satu tahun dari hari ini, masih ada waktu untuk persiapkan sesuatu, tersentak, kaget bercampur jadi satu, jujur saja ketika memang harus menunggu sampai satu tahun kedepan dan tanpa kepastian adalah sangat berat bagiku, setiap hari berkomunikasi setiap kali mengamati dan berusaha mencuri perhatianmu dalam wahtu 365 hari adalah hal yang tidak  yakin bisa kulakukan, apakah aku mempunyai stamina untuk selalu saja enjoy dan nyaman dengan diriku, aku adalah manusia biasa yang kadang jenuh, lesu dan tidak terkendali, yang ini semua pasti membuat upaya ini terkendala,

Diantara sedih dan gembira mendengar kabar itu aku langsung tersentak bangkit, “harus berbuat sesuatu”, mengumpulkan serpih2 yang berserak diantara teman2 bagiamana aku harus bangkit sebagai sebuah bentuk tanggungjawab untuk mempersiapkan masa depan bersama denganmu seperti yang aku harapkan. Sejauh upaya bangkit itu ada yang bisa di harap, alhamdulillah, semoga segala perencanaan lancar dan selalu dalam ridlo-Nya.

Selanjutnya harap dan cemasku sepertinya bersambut dengan positif dan denting2 hatiku mengalunkan nada indah tatkala dalam sebuah puisi yang kubuat dan kukirimkan khusus untukmu berbalaskan kata “jadilah kau pendengar dan penyaksi cerita-cerita dan perjalananku selama aku  masih mampu kau kenali” jujur saja saya harus mengartikan ini adalah bertambahnya peluang penerimaanmu apalagi selanjutnya dalam berbalas massage, ada salah satu diantara massagemu yang bertuliskan kata kata “aku gak bawa oleh-oleh buat sampean, emang pengen apa barang cilik-cilik  ae gelem ?” wah bagiku kalimat ini bagaikan sejuknya air surga.

"Sementara ini kita jalan seperti biasa saja" adalah balasan yang kuterima sekitar limabelas tahun yang lalu saat aku katakan “maukah kamu menikah denganku ?” pada seseorang. Saat itu aku terlalu bodoh untuk memaknai katakata itu, kata-kata itu kumaknai sebagai sebuah penolakan dari seseorang yang saya harapkan menjadi pendamping hidupku saat itu. dan itu sangat aku sesali dan aku sekarang tidak mau salah lagi memaknai apa saja yang kamu ungkapkan, dan saya berusaha untuk selalu positif thingking bahwa yang akan terjadi diantara kita adalah semua mungkin, semakin dekat untuk saling terikat.

Hanya Tuhan yang tau dan yang punya rencana tapi tidak ada salahnya maqluk berusaha dan berdoa dan semoga kita semua selalu dalam ridlonya, barangkali sering kita dengar antara benci dan rindu itu tidak terpisahkan, barangkali juga sering kita dengar bahwa ketika ada cinta disitu pula ada benci. salahkah aku bila mengatakan bahwa cintaku itu adalah cinta suci yang telah lepas dari rasa benci dan rindukupun adalah rindu sepenuh hati yang telah terlepas dari belenggu yang bernama benci


c' es

Senin, 12 Desember 2011

Werkudara Satriya Pinandita

Raden Werkudara atau Bima waktu lahir terbungkus dan bungkusnya oleh Begawan Sapwani, yang kemudian dipuja oleh pertapa tersebut menjadi bayi gagah perkasa yang serupa Bima. Bayi tersebut kemudian diberi nama Jayadrata atau Tirtanata. Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan. Werkudara bicaranya keras, bicaranya selalu memakai bahasa ngoko kecuali kepada Sanghyang Wenang dan Dewa Ruci. Wataknya setya tuhu terhadap guru, berbakti kepada orang tua, pegang janji, tanpa basa basi, terbuka, suka membela kebenaran, membasmi kejahatan suka menolong, cinta saudara. Selama hidupnya Werkudara berguru pada Resi Drona untuk olah batin dan keprajuritan, Begawan Krepa, dan Prabu Baladewa untuk ketangkasan menggunakan gada
Ada banyak cerita (lakon) dalam pewayangan yang menceritakan sepak terjang raden Werkudara ini, salah satu cerita tentang bima adalah saat Bima dan kerabat pandawa lainnya harus menyamar akibat kalah dadu yaitu hidup sebagai buangan selama 12 tahun di hutan dan 1 tahun terakhir harus menyamar dan bila ketahuan dalam penyamaran tersebut oleh pihak kurawa pandawa harus mengulanglagi masa pembuangan tersebut. Pandawa memilih negera Wiratha sebagai tempat menyamar.  Dalam penyamaran tersebut, Werkudara menyamar sebagai jagal atau juru masak istana di negri Wiratha dengan nama Jagal Abilawa. Di sana ia berjasa membunuh Kencakarupa, Rupakenca dan Rajamala yang bertujuan memberontak. Sesungguhnya ia membunuh Kencakarupa dan Rupakenca dengan alasan keduannya ingin memperkosa Salindri yang tidak lain adalah istri kakaknya, Puntadewa, Dewi Drupadi yang sedang menyamar. Akibat terbunuhnya tiga senopati sakti wiratha ini Negara gempar dan kurawa menerbu Wiratha karena menengarahi yang membunuh mereka pastilah pandawa. Penyerbuan korawa dapat di gagalkan berkat bantuan arjuna dan Werkudara.
Yang paling menarik dari tokoh ini adalah satu satunya wayang yang di kemampuan mengajarkan Sastra Djendra Yu Ing Rat Pangruating Diyu, kepada sesama makluq lainya bahkan Hanoman dan Kresna juga minta petuah tentang kasampurnan kepada Bima. Termasuk juga meruwat Gurunya, Begawan Drona setelah mati berubah menjadi kuda dan akhirnya Bima juga meruwatnya. Cerita bima bisa mengajarkan Sastra Djendra Yu Ing Rat Pangruating Diyu ini biasa dipentaskan dalam upacara ruwatan yang diadakan di jawa.

Bima diminta oleh gurunya, Resi Drona, untuk mencari Tirta Prawitasari atau air kehidupan di dasar samudra. Sebenarnya Tirta Prawitasari itu tidak ada di dasar samudra tetapi ada di dasar hati tiap manusia dan perintah gurunya itu hanyalah jebakan yang di rencanakan oleh Sengkuni dengan menggunakan Resi Drona. Namun Bima menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Ia mencari tirta Prawitasari itu sampai ke dasar samudra di Laut Selatan. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan dua raksasa besar yang menghadang. Kedua raksasa itu bernama Rukmuka dan Rukmakala yang merupakan jelmaan dari Batara Indra dan Batara Bayu yang di sumpah oleh Batara Guru menjadi raksasa. Setelah berhasil membunuh kedua rakasasa tersebut dan setelah raksasa tersebut berubah kembali ke ujud aslinya dan kembali ke kayangan, Werkudara melanjutkan peprjalanannya. Sesampainya di samudra luas ia kembali diserang oleh seekor naga bernama Naga Nemburnawa. Dengan kuku pancanakanya, disobeknya perut ular naga tersebut. Setelah itu Werkudara hanya terdiam di atas samudra. Di sini lah ia bertemu dengan dewanya yang sejati, Dewa Ruci.

Oleh Dewa Ruci, Werkudara kemudian diminta masuk kedalam lubang telinga dewa kerdil itu. Lalu Werkudara masuk dan mendapat wejangan tentang makna kehidupan. Ia juga melihat suatu daerah yang damai, aman, dan tenteram. Setelah itu Werkudara menjadi seorang pendeta bergelar Begawan Bima Suci dan mengajarkan apa yang telah ia peroleh dari Dewa Ruci.
Menurut beberapa orang Werkudara ini menggambarkan keseimbangan antara lahir dan batinnya. Lahiriahnya dia netepi kekesatriyaannya, batinnya pun dia netepi kewajibannya dilambari dengan kegenturan tapanya menjadi pendeta yang mengajarkan Sastra Djendra Yu Ing Rat Pangruating Diyu.
Penjabaran Sastra Djendra Yu Ing Rat Pangruating Diyu bagi masyrakat jawa adalah sebuah wedaran ilmu yang sangat sakral dimana puncak dari kedudukan insan di jabarkan, selain di babar oleh Begawan Bimo Suci,Sastra Djendra Yu Ing Rat Pangruating Diyu juga pernah di jabarkan oleh begawan Wisrawa kepada Dewi Sukesih, tatapi penjabaran ini kurang suci sehingga mengkibatkan munculnya angkara didunia.




c' es

Dirangkum dari berbagai sumber, terimaksih untuk teman2 diskusi di group Kapitayan Nusantara

Sabtu, 10 Desember 2011

ndak boleh memaksa

tak pernah terpikir di hatiku untuk memaksamu, aku hanya menunggu dengan sabar peluang yang kamu berikan agar aku bisa melangkah lebih kedalam, memaksamu adalah pantangan, memaksamu bukan membuat makin erat hubungan kita, pemaksaaan akan membuat semuanya hancur berantakan.

berusaha adalah kuasa tertinggi yang kita punya, biarlah selanjutnya kita serahkan kepada-Nya, di jalani saja semuanya.

biarkan titik itu menyambung sehingga terlukis garis dan biarkan garis2 itu saling menganyam sehingga terbentuk bidang dan biarkan bidang itu saling bertaut sehingga menghasilkan ruang, dan biarkan ruang itu terisi oleh kebaikankebaikan hati, seiring waktu yang kita sediakan untuk hal tersebut.

pertautan hati, terwujud untuk saling melengkapi, dan itu adalah sematamata hak Dia, mari kita terus saja berusaha tanpa lelah untuk terus melangkah, mendekat dan mencoba saling mengerti diantara kita, saling memahami agar rasa itu makin menyatu dalam ridlo-Nya.

untuk apa terbelenggu bayangan masa lalu, karna kita tahu dengan pasti waktu tidak pernah berjalan mundur.

aku tidak akan pernah berfikir tentang masa lalu, karna yang kita hadapi adalah masa depan yang penting mari kita satukan potensi untuk menghadapi jaman.



c' es

Kamis, 10 November 2011

mari kita buat mudah saja

ah kamu yang selalu membuatku gila,
ah kamu yang selalu membuat ku bertanya tanya,
ah kamu yang selalu membuatku merasa terus saja penasaran

dan mencoba menebak tekateki yang kau terus saja kau lontarkan,

harus aku bilang ini memberatkan,
harus aku bilang ini memusingkan,

tapi entahlah

kenapa halhal itu masih saja kau suka,
kenapa hal hal ini masih saja menjadi biasa

bukankah sebuah kata sederhana lebih memudahkan agar secapatnya kita berencana,
menatap ujung jalan dan memudahkah dalam melangkah dan menghindari lobang,
selanjutnya berlari secapat bayang mengejar mimpi indah hari depan


c' es

Sabtu, 29 Oktober 2011

Gabriel Omar Batistuta

Gabriel Omar Batistuta (lahir di Avellaneda, Santa Fé, Argentina, 1 Februari 1969) atau orang biasa mengenalnya dengan nama Gabriel Batistuta atau Batigol. Dikenal sebagai  salah satu striker yang sangat ditakuti lawan ketika bermain, selain tendangannya keras tidak jarang ia sering mencetak gol melalui kepalanya.
Batigol adalah seorang pesepak bola Argentina yang banyak menghabiskan karier sepak bolanya di klub Fiorentina. Selama sembilan musim Batigol membela klub tersebut, dimuali musim kompetisi 1991-1992 sampai dengan musim kompetisi 1999-2000. Selama di Fiorentina Batigol bermain sebanyak 332 pertandingan dan memasukkan bola sebanyak 207 kali. Kesetiaan Batigol terhadap klub ini tidak diragukan bahkan ketika harus bertanding di seri B. Sebagai penghormatan terhadap dirinya suporter Fiorentina membuatkan patung dirinya di depan Stadion Artemio Franchi di Firenze, Italia atas jasa-jasanya kepada klub.
Meskipun sangat lama di Fiorentina Batigol memperoleh gelar scudeto di klub AS Roma.Selain bermain di Fiorentina Batigol juga pernah memperkuat klub, AS Roma, Newel of Boys, River Plate, Boca Junior, Internazionale Milan, dan Al Arabi. Selama kariernya selama 19 tahun di klub Batigol bermain sebanyak 439 kali dan membuat gol sebanyak 306. Karier bersama tim nasional Argentina ditandai dengan tampilnya ia di tiga Piala Dunia tahun 1994 di Amerika Serikat, 1998 di Perancis, dan 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Bersama Argentina ia juga mencetak rekor sebagai striker yang paling sering mencetak gol untuk negaranya dengan mencetak 56 gol dalam 78 penampilan bersama Argentina.






(dirangkum dari berbagai sumber)
c' es

Kamis, 27 Oktober 2011

mohon maaf yang bisa kuucap

hanya bisa kuucap mohon maaf,

jika selama ini slalu membuatmu bertanya,
bila aku selalu saja mengganggumu setiap saat
semata hanya ingin kulihat tarian lepasmu mengiring bianglala
meski bianglala suatu saat akan ada kuyakin takkan seindah saat kita pandangi berdua
seandainya matahri terbit dari utara
kupastikan rindu dan harapku padamu tak pernah berkurang
harap, rindu, cemas dan segenap rasaku selalu ada untukmu semata
dinda aku harus jujur berkata
bahwa aku tidak pernah bisa melupakanmu meski sesaat
keinginan terbesarku membuatmu bahagia selama-lamanya
tolong dengarkan dan resapi dengan segenap rasa
tatkala kueja kata cinta atawa kata sayang atawa kata lainnya
semata karena ketidakmampuanku menahan luapan kekagumanku kepadamu
yang sekaligus ungkap syukur kepada-Nya karena kesempatan untuk mengenalmu

dalam kelu dan beku lisanku hanya mohon maaf yang bisa kuungkap


c' es

Selasa, 18 Oktober 2011

menunggu sang dewi

dewiku

ada debar tak beraturan
hari ini matahari enggan merangkak
malampun seakan bertambah lama tiap detiknya

entahlah aku menurut rasa jiwa
semalam hanya bisa mondarmandir di belakang rumah
menatap langit malam yang berhias bintang dan rembulan

cemas dan harapku menjadi debardebar tak beraturan
saat kabar kedatanganmu berhembus terbawa angin malam
mendayu, sepoi, mencencang ataukah mungkin menggairahkan

gelisah dan senangku
menjadi denting-denting nada indah dengan bunyi satusatu
dan akupun semakin tidak sabar menunggu datangnya hari itu

dewiku !


c' es

Jumat, 30 September 2011

glibete wewayangmu tansaya ndadra

embuh, embuh ora weruh
lelagon kisruh kang ora dak wanuh

ora kurang anggonku munggel pengangenku
ora kurang anggonku nyumpet pepinginku
ora kurang anggonku ngampet kangenku,
ora kurang anggonku nahan komentku

di lali-lali ora biso lali
ora ngerti ana apa neng ati
wewayangmu tansah ngreridu ati
sing jeneng loro wuyung ngene iki  

mangan ora jenak turu ora kepenak
glibete  wewayangmu tan saya ndadra
ngiwi-iwi sak ngareping mata

ora isa, ora iso, panggah ora isa
duh jagad dewa bathara
iki ana apa ?


c' es

Kamis, 29 September 2011

Bintangku Hilang

bintangku telah hilang
tertelan engkau bayang
pepat, pengap, senyap
luruh, keruh, lenyap


bintangku telah hilang
di antara megamega suram
tentang kaburnya kehidupan
diiring lagu kelu, sendu, sedan

bintangku telah hilang
membawa mimpi terangan
merampas tawa canda riang
menguap, lenyap, gelap !


c' es

Kamis, 15 September 2011

ora dora

ora krasa sang ratri wes niyat munggel janji
pedhut parak isuk iki isih nggembuleng ngadang pandeleng
lengser jejibahan ngundang bagaskara keketer weweh pepadhang,
cemuwit swara iberiberan  methuk sang bagaskara kang bakal teka


saklebatan wewayangmu jumedul saka walik pedhut,
cemlarap ndudut pangangen kang gembuleng nggembol kangen,
saklebatan praupanmu nyangking esem kang ngujiwat,

ndudut rasa pangrasa  kang primpen sumimpen
nglagokake kekidungan endah ing teleng atiku

nimas, wewayangmu tansah ngreridu ing ngareping mripatku
nimas, aku ora dora pancen wewayangmu iku nggawa rasa kang beda
nimas, yen dak rasa endahing bagaskara iku isih kalah sulistya ing warna

nimas patbelas candra kang isih kudu tak gantha
dak ranti tekamu ana tanah jawa


c' es

Sabtu, 20 Agustus 2011

Tolong di jawab

Mengenalmu adalah kecelakaan yang menyenangkan, jujur saja saat ketika kubikin account dgn profil jagal abilawa keinginan terbesarku adalah belajar tentang ilmu ketuhanan, disisi lain tuntutan lingkungan memang tidak bisa di abaikan tentang sebuah kewajiban yang harus di penuhi sebagai  insan yang sudah lebih dari sekadar dewasa, tapi tentang kewajiban itu dan mencoba add lawan jenis semula adalah isengiseng belaka, (tak termasuk dirimu karena kamu begitu indah tatkala berdiri disamping kuda).
Seperti yang telah berkalikali kuungkap bahwa salah satu potomu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan aku berusaha untuk lebih dekat, mecoba mencaricari kesamaan diantara kita, memilahmilah mana yang bisa di satukan dan meninggalakan beda diantara kita sehingga kita menjadi akrab dan dekat, secara perlahan2 kucoba membimbingmu, menjadi  imam yang hanya berdiri selangkah di depanmu sehingga tatkala kau lelah dengan cepat tanganku meraihmu dan membimbingmu, perlahan kutunjukkan siapa aku sebenarnya.
Jujur saja pertama kali pastilah aku melihat status reltionshipmu, sebelum melanjutkan semuanya, dan disana sampai saat ini terpampang jelas bahwa aku masih punya kesempatan. Jujur saja dari perilakumu  terlihat kamu sangat indah, kamu sangat istimewa, banyak kejut yang semakin membuatku makin terpesona, meskipun sebanarnya aku sangat siap seandainya ada kejutan yang tidak terduga dan itu mengecewakan, umpamanya saja  kamu yang tidak bisa bangun pagi sehingga sarapan pun mesti tertunda ya gak papa aku akan menerima dengan senang hati.
Malam itu aku coba intip intip beberapa account FB dan terlihat disana betapa mesranya kamu mensikapi lagu dari “dewa 19 judul kangen”, dan hancurlah hatiku, maka kutanyakan pada hatiku sendiri “apakah aku akan hadir andai ada hari pernikahanmu dengannya ?” spontan hatiku menjawab “tidak”. Ternyata aku sangat sangat mencintaimu dengan membabi buta, dan merasa tak berdaya, dari situlah akhirnya aku putuskan untuk mencoba meninggalkan acoount jagal abilawa ini, biarkah kenangan indah yang menghiasiku tiga-empat bulan ini lenyap bersama dengan acount tersebut,  dan akan kucoba merangkai masa depan dengan acount baru, aku siap hilang untuk kebahagianmu ,”itu rencana semula”.
Dan kumulai pembuatan account baru itu, kucoba merangkai jalan dari awal kucoba merangkak di antara keping2 kenangan, kucoba memulainya dengan grop yang bagiku menarik untuk di ikuti grop-grop yang bukan sekedar asal, salah satunya adalah grop yang pernah aku lahirkan dan pingin aku wariskan kepadamu, meskipun aku tidak menjadi admint disana aku yakin dirimu akan mampu eksis karena sudah terbentuk teman2  admint  lain yang saya nilai mempunyai kapbilitas lebih dari sekedar  cukup untuk  bersama2 denganmu menjaga grop itu. Di dalam grop itu aku pingin melihat sebuah tatanan masyarkat yang terbentuk dari  kemurnian hati dan kejujuran serta aturan main yang di kendalikan oleh orang2 dewasa, oleh admint  (termasuk dirimu) yang saya anggap “mampu berjalan diantara hujan yang turun” , tanpa payung dan tidak basah.
Tatkala kucoba mulai lagi jalan itu dan aku coba masuk kesana, tak terduga dan tak ternyana dirimu yang membukakan pintu, dengan senyum khasmu kau bukakan pintu, antara sedih dan gembira dan akupun penuh tanya ? ada apa ini ?, langkah awal yang spontan kulakukan adalah mengucap terimakasih dan tanpa menyebut namamu yang biasanya pasti aku sebut karna nama itu sejujurnya adalah adalah mantera penyemangat  bagiku, nama yang aku gilai.
Sekali lagi antara sedih dan gembira, karna kau bukakan pintu, tetap dengan gamang aku coba ikuti aturan main yang umum saja, aturan normative, ah ternyata sambutmu masih dengan perilaku  polosmu yang makin menggemaskan, disanalah aku harus bilang hebat aku bisa bisa makin gila.
Hahahahhaha, dunia maya dunia yang semula tidak pernah aku prediksi begini ternyata gila ada kamu yang benarbenar luar biasa, aku masih belum bisa lepas dari mengenangmu. Aku harus memilih mana acoount lama atau account baru ? karena dua account itu pastilah memiliki konsekwensi yang berbeda, di dalam akun lama aku sudah tegaskan sebuah komitmen “I am in relationship” dan itu tidak mungkin akan aku ingkari karena “sabdo pandita ratu tan wola wali”,  pantang menjilat ludah sendiri, masalahnya sekarang seberapa kesempatanku ?.
Tolong di jawab maukah engku jadi pacarku ?, calon ibu bagi anak-anakku dewiku !


c' es

Sabtu, 06 Agustus 2011

ilmu iku tinemune kanthi laku

Ada  cerita tentang keinginan seorang anak SD yang menginginkan sesuatu,  yaitu sebuah sepeda , kenapa  karena dia merasa sangat membutuhkan sepeda tersebut. Untuk  mencapai  keinginannya yang dilakukan anak itu adalah mengumpulkan uang jajannya sedikit demi sedikit dengan menabung. Limapuluh persen uang sakunya, karena uang sakunya sebanyak seribu rupiah per hari maka dia menabung sebesear 500rp perharinya, dalam satu minggu si anak dapat uang saku enam kali maka dalam satu minggu tabungannya dalah 3000rp

Harga sepeda  yang akan di beli si anak 150.000rp berarti secara normal anak tersebut membutuhkan 50  minggu, hampir satu tahun.  Pertanyaannya mungkinkah  anak tersebut  akan mendapatkan sepedanya dalam  waktu satu bulan ?  Pastilah kebanyakan orang akan meragukannya, dan menjawab tidak mungkin, tetapi  dalam kenyataanya anak tersebut dalam  tempo  2 minggu telah  menaiki sepeda idamannya, bagaimana  ini terjadi apakah si anak mencuri ?  Jelas tidak, ini terjadi  karena orangtua si anak  tau betapa anaknya telah menabung dan melihat kesungguhan anak tersebut dalam upayanya mendapatkan sepeda  idamannya.  Orangtua  akhirnya memberi  kemudahan dengan membelikannya, kasih dan sayang orang tualah yang berperan dalam hal ini, hubungan kasih sayang  seperti  itulah yang berlaku dan membuatkan jalan pintas, sesuatu yang jarang sekali kita perhitungkan.

Ada sebuah pertanyaan yang sama coba saya ajukan kira-kira kasih sayang  orang tua kepada anaknya bila di bandingkan dengan kasih sayang  Tuhan kepada makluqnya  apakah sebanding ? Dapatkah disamakan secara kualitas ? Pastilah jawaban sebagian besar diantara kita adalah tidak sama dan tidak sebanding, kasih sayang Tuhan jauh lebih berkualitas jauh lebih besar jauh lebih agung, juga jauh lebih murni dan jauh lebih suci.  

Berangkat dari fakta-fakta tersebut bila kita sebagai makluqnya berupaya keras untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan bukankah Tuhan pasti akan memberikan pertolongannnya melalui tangan tak terlihatnya, melalui kasih sayangnya  dan barangkali melalui perantara makluqnya yang lain. Yang perlu kita siapkan hanyalah keterbukaan menerima  dan selalu berusaha keras menjalankan usaha agara tercapai cita cita tersebut.  Bahkan dalam sebuah hadist  disebutkan “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum bila kaun itu sendiri tidak merubahnya”, jelas sekali  kita oleh Tuhan di tuntut untuk lebih dulu menunjukkan usaha  dan Tuhan akan mengabulkannya. Dalam piwulang jawa ada juga unen unen yang mengatakan “ilmu iku tinemune kanthi laku” artinya kemampuan itu akan berproses seiring dengan kesanggupan kita menjalaninya.

Banyak contoh tentang invisible hand dari Tuhan itu sering kali kita mendengar adanya orang yang sakit dan di vonis oleh dokter tidak bisa di sembuhkan ternyata secara tidak terduga duga sembuh seperti sedia kala, banyak orang yang pada kondisi terdesak akhirnya keluar dari desakan tersebut dan menyelesaikan segala kesulitannya tanpa dia tahu bagaimana itu semua terjadi, sekali lagi inilah “invisible hand” dari Tuhan berperan. Sebuah  pelajaran yang bisa di petik disini sekali  lagi jangan pernah merasa pesimis, sealau merasa optimis atas segala hal, bilamana anda memang mempunyai keinginan kuat dan kepasrahan total serta pakailah bahasa hati untuk  mengkomunikasikannya dengan Tuhan maka Tuhan akan membukakan jalan entah lewat mana saja, dari jalan yang tidak terduga-duga. Tidak ada kata tidak mampu yang ada hanyalah kata mau dan tidak mau. Maukah kita berubah  itu saja.

Mari saudaraku kita menjadi pribadi pribadi yang mau berubah dan pasrah dalam segala hal.  Jangan pernah berfikir negatif dan pesimis bilamana berhubungan dengan Tuhan karena Tuhan akan mangejowantah dalam persangkaan makluknya.

Sebagai penutup saya nukilkan sebuah hadist  Qudsi  sebagai berikut :  Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw, Berfirman Allah Yang Maha Agung:
“Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersama-nya ketika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ibn Hanbal), mohon di cermati maknanya dan diambil fadilahnya

Selamat menunaikan ibadah puasa, taqoballahu minna wa minktum,  wasalamu’alaukum wr.wb.


Salam  !
c’es